Friday, November 6, 2009

INSYAALLAH


Dapatkan ecard NasyidFM Disini

Wednesday, October 28, 2009

Email :OPEN YOUR MIND!

Paradigm shift ( of Comparative Religion Study )send me an 'alert' email last night.

Read further


"Superficial."

"Doesn't save lives."

"Sees boobs every day."

"Working merely for money."

"A bad muslim doctor. He/she'll definitely go to hell."

***********



Those are some of the most common response I've heard when people are talking about plastic surgeons.. It's like they all are concerned only with the superficial stuffs like giving breast enlargements, nose jobs, facial reconstructive surgeries, liposuction, face lifts, botox etc.. That's what makes them somewhat less humane and having less ethics compared to doctors from other specialization..

They drive a Mercedes S-Class.. True.. They practically live in paradise.. True.. But do those things make them somewhat eligible to the accusations people are making?

Despite of not having to complete a four-years course to become a general surgeon, they are actually 'real' doctors.. They finished 5 or 6 (or more) years of medical school.. They had to undergo the painful two-years phase of serving as a houseman and (at least) another two years as a medical officer in government hospitals.. In a nutshell, they do know how to manage patients and 'save lives'..

Being a plastic surgeon, is not as superficial as we think it is.. It's mainly because most of us are confused with the term 'cosmetic surgery', which is a branch of plastic surgery..

Cosmetic surgery concerns with the procedure of improving the appearance of a part of the body, e.g. the shape of the nose or the size of the breasts. Meanwhile, plastic surgery is defined as a surgery to repair damaged tissue. It is the branch of surgery that is concerned with repairing especially external damage to the body, remedying impairments, or improving a person's appearance.

And that includes several medical cases that really require some skills and efforts as a doctor, and are not at all SUPERFICIAL.. For instance:




Patients with cleft lip & palate..




Patient with periauricular tag..



Patient with anotia (absence of external ear)



Burn victims..

**********

Now see the importance?


Although some might say that being a plastic surgeon doesn't save much lives, they do in fact, contribute a huge role in improving patients lives physically and emotionally..

Thus, it is very wrong to assume that plastic surgeons are useless and concerned only with the superficial part of patients' body.. Contrary to the popular beliefs, plastic surgeons, if they know how to tell right and wrong, can also be a good muslim and contribute to the ummah like any other doctors..

Shift your paradigm, you'll change the world! ;)

Tuesday, October 27, 2009

cerita dari wad 6S

In the name of Allah, the most gracious & the Most Merciful.

Hari ini, jam tangan putih saya tepat menunjukkan pukul 2.20 pm tiba di wad 6S paediatric ( kanak-kanak ).Seperti biasa, kunjungan kali ini adalah untuk sesi Clinical teaching bersama Dr. Rahim Wong ( cardiologist ).Shakir & Rahman ( group PBL members ) memilih pesakit kanak –kanak 10 tahun untuk tujuan case study mereka.
Adik lelaki ini baru berusia 10 tahun, namun Allah mengujinya dengan sejenis penyakit yang dipanggil “Rheumatic heart Disease” .


Sesi kali ini berjalan dengan lancar, kerana tidak banyak halangan yang kami terima dari adik kecil ini.Tidak seperti komen beberapa orang teman sekuliah yang katanya susah nak handle case study pesakit paediatric , sebab kanak –kanak ini banyak ragam & asyik merajuk , menangis tak tentu pasal.Kata mereka.

Alhamdulillah, terima kasih buat adik ini atas kerjasama yang baik sepanjang study kami Selama 1 jam 30 minit.Sepanjang bersama kami, adik ini pada mulanya kelihatan agak malu2 kucing, mungkin sebab WCS ( white coat syndrome ).Namun selepas itu, dia nampknya agak biasa dengan kami meskipun dia mungkin tidak mengerti apa abang2 & akak2 bakal dokter ini sedang buat ke atas tubuh kecilnya itu , check sana , check sini, dengar sana, dengar sini , ketuk , picit & angkat sana sini……macam2.

Bagi kami, cukup si adik ini sudi memberi kerjasama maka kami akan cuba untuk melakukan PE ( physical examination ) sebaik , selembut , seperlahan yang mungkin untuk menyelesakan si adik kecil ini.


Meronda2 beberapa langkah ke hadapan, melihat kiri kanan, apa yang ada di sana.Petang ini, ramai bayi 2 comel & adik2 manis yang sedang enak dibuai mimpi.Ya , tidurlah adik2ku, sekurang2nya tidurmu itu mampu mengurangkan keperitan & kesakitan yang kalian tanggung semenjak keluar dari rahim ibumu.Allah lebih menyayangi kalian, sebab itu kalian lahir lebih “istimewa’ berbanding anak2 normal lain. Allah juga ingin mengangkat darjat ibumu, sebab itu ibumu diuji dengan kelahiranmu yang tidak pernah dia sangka-sangkakan. Allah mahukan disebalik tangisan ibumu di saat memandangmu, tercatat berganda2 pahala di atas kepasrahan & kesabaran ibumu menerima takdir Tuhanmu yang Maha Pengasih.

Pesan kepada ibumu, bersabarlah ibu, aku adalah hadiah dari Tuhanku buatmu, meskipun aku tidak seperti yang lain, aku juga punya perasaan, perlu perhatian, perlindungan & kasih sayang dari insan2 yang bergelar IBU & AYAH.

Teringat cerita seorang senior.Lebih kurang 3 hari lepas, wad pediatrik menerima kedatangan seorang bayi spastic.Comel sungguh rupanya.Namun apa yang menyedihkan, di saat bayi ini lahir ke dunia dari rahim ibunya, tiada siapa siapa yang peduli akannya.Ibunya yang baru berusia belasan tahun terus meninggallkan diri dari wad selepas semalam melahirkan bayi yang ‘istimewa ‘ ini.

Kemana ibumu adikku sayang ?
Sanggupnya dia meninggalkanmu seorang2 di sini.

Alhamdulillah, mujur ada sepasang suami isteri yang sudi mengambil bayi ‘istimewa ini’ untuk dijadikan anak angkat.Semoga bertambah2 kebaikan & kebahagiaan buat kalian sekeluarga.

Kembali ke cerita si ibu kandung.

Ke mana agaknya si ibu muda ini pergi setelah melahirkan anak ini tanpa ayah di sisinya?
Sungguh sedih mengenangkan cerita ini. Sedih kerana melihat kesannya perbuatan yang tidak diredhai Allah jatuh ke atas si ibu & si anak.Ke mana kah si Ayah?.Manakah perginya tanggungjawab yang dijanji2kan dahulu kepada si ibu?Sanggupnya dia memandang sebelah mata si ibu yang sedang sarat mengandung & sakit melahirkan?bagaimana dengan si bayi istimewa itu? Bukankah dia juga mempunyai hak untuk hidup di bumi Allah ?

Siapa yang bersalah?

Siapa yang patut dipersalahkan?

Ibu........hatimu terlalu mudah mempercayai ...

Ayah..........egomu terlalu tinggi.....

Berkata si anak, siapakah ibu....ayahku....?

Begitu banyak kes buang bayi , anak lahir luar nikah & seumpamanya berlaku ke atas anak remaja sekarang.Senang2 ada anak, dibuang pula.Ibu angkat saya,bersusah payah sejak 20 tahun lamanya semata2 untuk mendapatkan seorang zuriat sendiri , namun hajatnya tidak kesampaian atas sebab kesihatan.Anak remaja kini, baru semalam melahirkan, esoknya dibuang pula si bayi yang tidak berdosa.Ini yang dikatakan orang, yang tiada dicari2, yang ada dibuang2 saja!

InsyaAllah, pada sabtu ini ,31 Oktober ini , akan berkunjung ke Pusat Pemulihan Raudatus Sakinah kelantan untuk tujuan Kerja Sosial.Saya akan berusaha untuk tidak terkejut melihat kejadian sama berlaku ke atas remaja2 perempuan di sana nanti.

Mudah-mudahan ada pengalaman yang bermanfaat yang bisa dikutip melalui kunjungan sehari nanti.Buat remaja2 di sana, bersabarlah atas apa yang brlaku ke atas dirimu dahulu.Memang sejarah hitam sukar untuk dilupakan.Siapa sangka, mimpi2 manis dahulu kini bertukar menjadi realiti yang sangat hitam & buruk .Bertaubatlah, Allah masih menyayangi kalian.Masih ada ruang kesempatan untuk berhijrah ke dunia yang lebih baik.Kuatkan dirimu, si anak perlukan perhatian & kasih tunggal seorang ibu.Anakmu adalah amanah dari Allah.Besarkan dia sebaiknya.

Percayalah, hujan akan terhenti jua & matahari kan memancarkan sinarnya kembali.Bak pepatah orang2 Jawa, habis gelap, terbitlah terang.Habis nangis, tersenyumlah.

wallahua'lam

Monday, October 26, 2009

ANNOUNCEMENT !

In The name of Allah, The Most Gracious & the Most Merciful,

Salam to all muslims brothers & sisters,I would like to inform 1 important announcement for all USM KK undergrade as well as Master's students.

so, read further ya !

In conjunction with MINGGU PENGHAYATAN ISLAM USM KK KALI KE -11, we ( as as team project ) would like to promote "THE MUSLIM WEDDING COURSE/ KURSUS PRA PERKAHWINAAN ISLAM )which will be held on 8 & 9 January 2010.

These are the detail informations :

Date : Friday ,8 & Saturday 9 January 2010
Time : 8.00-4.00pm
Venue : Dewan Kuliah 6 USM KK
Fee : RM 60 ONLY
Get the registration form from us, and submit the form & attach your photograph ( passport size ) ,ic photocopy, RM 30 deposit as well as your personal detail.

submission date line : by 6th December 2009.

call us for more info.

Nurul Saadah bt. Saedon-017 6149722-MD2 -
Herfiana Mohd. Rapi -0195401382-MD 2
Mohd.Khirul Anam Zulani -013 9340838-Nursing 2

Aim approximately 60 % for 4th & 5th year seniors, 40 % for juniors.

Come & join, gain the experiences.

wallahua'lam.

Friday, October 23, 2009

Got * NO * Time?

In the name of Allah , the Most Gracious & the moct merciful.

Kuliah bertajuk LIPID & IHD baru saja berlalu semalam, tapi masih segar dalam ingatan tentang kata2 peransng dari Prof. Dr. faridah.

Prof. Dr. Faridah Abd Rasyid.Saya mengenalinya sejak di Tahun satu lagi.Kali pertama saya berjumpa dengnnya dulu , saya sudah dapat merasakan satu "aura" yang sangat unik sepanjang berkenalan dengan beliau.

Sifatnya yang peramah , happy go-lucky & inspirative , easy going person membuatkan saya mula rasa rindu dengan mak yang hampir baru 3 bulan tak bersua muka.Ada seiras 2 karakter ini.Cumanya, mak taklah berkesempatan melalui tempoh pendidikan sampai ke tahp PHD macam Prof. faridah. Setakat darjah 6 saja , sebab ( akur dengan sistem tradisi yang diamalkan oleh zaman nenek & atok dahulu yg tak menggalakkan anak perempuan belajar tinggi2 ).Malahan , masalah kewangan pada masa itu menyebabkan ramai anak dara terpaksa berhenti sekolah . Bagi mereka dahulu, memadai anak perempuan itu tahu 5 M, ( membaca, menulis,memasak,mengemas rumah & melayan ), maka layaklah dia diikat dengan sistem tradisi tersebut).

Alhamdulillah, saya terlepas dari zaman perit seperti itu, walaupun kadang kala ayah masih tidak terbuka untuk membenarkan anak2 perempuannya keluar negara untuk further study.Sudah 2 kali tawaran ke overseas saya TERTOLAK TANPA SENGAJA semenjak zaman SPM lagi.Puas merayu, tapi tak dapat.Tidak mengapa, mungkin rezekinya bukan sekarang,tapi akan datang.Menjejakkan kaki ke negeri Serambi Mekah ini sudah memadai bersyukur kerana dikira over the SOUTH CHINA SEA.Banyk pengalaman menarik yang saya perolehi di sini yang TAK DAPAT & PERLU diimplimentasikan di bumi kelahiran.Cuma ada satu persoaln sering terlintas di fikiran tatkala terfikir untuk mula bertindak di peringkat keluarga sendiri.Mereka akan mula mengecop kami ( mereka yg berada pada situasi yg sama )dengan gelaran "PEROSAK ADAT ".Ya, sering "kami " dianggap sedemikian.Sedangkan, kami sedang cuba untuk menghapuskan amlan adat tradisi yg telah bertapak lama yg dianggap melanggar syarak secara slow & berhikmah.

kembali kepada cerita Prof. faridah.

Saya sungguh kagum dengan beliau yang sangat mencintai buku & ilmu.Percaya @ tidak, anda tidak akan berpeluang melihat sedikit pun ruang kosong antara satu dinding dengan dinding yang lain sebab semua bahagian telah dipenuhi dengan buku2 ilmiah, majalah2, jurnal, dokument research beliau yg berlambak2 & nota2 & buku catatan semasa menengah Rendah ke men Atas pun masih terimpan dalam rak buku tersebut.saya pernah bertanya, "why dr.still keeep all the stuff?She reply me with : " that was my recurrent writing of the same notes since they are stolen by my friends & colleagues .Luckly, i still put them in my mind, and start rewriting.

huh! SubhanaAllah.saya pun tak pernah cuba menyalin semula nota2 sejak zaman PMR sampailah matrikulasi dahulu walaupun kes kejadian mencuri nota itu biasa berlaku pada zaman pre-U dahulu.

Dia juga pernah memberitahu saya tentang 1 buku barunya yg dibelinya dengan harga RM 500 untuk bacaan bulanannya.Dia selalu bercerita tentang apa saja berkaitan research & buku2 yang sedang dalam proses pembikinannya setiap kali saya berkunjung ke biliknya pada pukul 5pm.

Enthusiastic sungguh dr ini ,walaupun sudah menghampiri usia pencen, masin aktif menulis blog,facebook, membuat macam2 research, mengajar kuliah,menulis buku & berkhidmat sebagai suri rumah & isteri seperti orang lain.



Saya pernah bertanya , bagaimana dr ada masa untuk semua ini sebagai seorang dr ?

hari2 balik lewat ,malam & selalu out station untuk uruskan research & book publishing?dr. tak penat ?

"saya buat dengan gembira, tak perlu tunjuk stress, meskipun sebenarnya stress. "

Sama macm soalan yang pernah saya tanya pada mak sejak 3 tahun lepas, hari2 bangun awal2 pagi,buat sarapan, basuh baju, pergi pasar, kemas rumah & masak, tak penat ka?
Mak cuma tersenyum, sepertinya bermaksudkan sesuatu, tapi tak tahu apakah maksud senyuman mak itu ?

terus mencari jawapan.

Seorang kawan lama pernah bertanya dahulu:
: mau ambil kursus apa lepas matrik?

: Medik.

:Gilakah, belajar teruk2 5 tahun dengan gaji sedikit?

:hmm...( terdiam )

:Hai,....duduk hospital jak 24 jam dengan mayat , ada waktu ka tengok luar?

: hmm ...lagi ( terdiam )

: ai..na ...nanti bila belajar lama , mesti jarang balik rumah.Tak takut homesick?/ lambat kahwin / stress / penat???

saya tak ada jawapan untuk dibalas pada waktu itu.
Jawpan tak dok, nak ghoya' gapo" deh?
tak dok gapo-gapo.

Sekarang, saya merasakan jawapan itu semkain konkrit untuk dijawab .Semakin hari , semakin ada saja benda baru di sekitar yang membuatkan saya belajar tentang apa sebenarnya yang saya sedang lalui sekarang ini.

Stress/ penat/sedih/menangis/-memang saya tak nafikan perkara ni berlaku sejak Tahun satu lagi.Nota setebal 1.7 meter + buku anatomy + fisiology yg perlu dikhtam 1 + jawatan penolong batch 1st year pada tahun itu sudah cukup kuat untuk saya merasakan segala symptom2 kurang sihat tersebut.Tidak mengapa, tahun Pertama adalah Tahun Pengadaptasian bagi saya.Alhamdulillah, saya berjaya melepasinya cabaran ini.

Apakah agaknya cabaran2 selepas ini?Bagaimana nak bersedia ?Siapa akan bantu ? Sampai bila?kalau lulus, gagal , apa terjadi ?Inilah persoalan2 yang sering bermain di kepala.

Apabila bersembng & mengadu dengan orang2 berpenglam seperti Prof. faridah & pensyarah2 lain, saya berasa kembali kuat untuk meneruskan juga misi untuk menjadi seorang future clinician .Sebab itu, saya gemar belajar "terus dari dokter" untuk mendapatkan survival tips & nasihat untuk berhadapan dengan cabaran yg mereka sudah lalui sebelum ini.Cth, sistem on call yang menyiksakan, torture by MO semasa HO,keluarga,jemaah & future study & banyk lagi yang sama waktu denganya.

benarkah jadi dokter nie got * NO * time ?

kalau benar, jadi, jadi apa pula yang got * Time ?adakah kerja yang free sokmo?

Setakat saya lihat, kerjaya cikgulah yang paling stress, sebab setiap kali balik ke kampung & singgah di sekolah lama untuk berprogram, cikgu2 ( yang dulunya senior2 )tuelah yang asyik tunjuk muka serius & pantang tak jalan laju2.Hairan juga, dulu depa ni tak macm nie, baik je masa matrik dulu. kesian, agak2nya budak2 sekolah sekarng nie yang menjadikan mereka stress.Kalau tak stress, tak jadi teachingnya nanti."Budak sekarang nie tak makan cakap, makan cubit & rotan saja", bak kata salah seorang daripada mereka.

kembali pada persoalan tadi.

Saya masih tidak berani untuk memberi apa2 jawpan tertutup.InsyaAllah persoaln ini bakal terjawab setelah saya melalui pengalaman sebenar sebagai seorang Physician kelak.Doakan , semoga amanah yang sentisa bertambah2 akan bisa dipikul dengan kekuatan & bantuan Allah.

Saya telah melihat bagaimana emak menghadapi cabaran ini, begitu juga dengan Prof. faridah & dokter2 yang lain.Jadi, sudah sampai masanya,saya pula yang perlu melihat diri sendiri ini menghadapi caraban yang saban hari sentiasa berubah & ad hoc kadang kala.DAn pada masa itu, mak, Dr. faridah , dokter2 & andalah yang akan menjadi pemerhatinya pula.

SELAMAT BERSEDIA KEPADA SEMUA YANG BERANI MENCUBA.
Selamat berjihad untuk SPM adik-adikku ...